Kimia medisinal 14
Link youtube materi pertemuan 14, "Toksikologi dan Farmakogenomik"
Mual dan muntah merupakan salah satu efek toksik pada pengobatan kanker, dimana obat antiemetik yang sangat efektif tersedia saat ini dan standar penggunaannya meningkatkan kualitas hidup pasien. Salah satu faktor yang bertanggung jawab terhadap respon variabel terhadap obat antiemetik adalah perbedaan biotransformasi antar individu. Selain itu, polimorfisme dalam gen yang mengkode reseptor obat yang terkait dengan obat antiemetik bersama dengan faktor risiko terkait pasien lainnya seperti jenis kelamin, usia, dan faktor terkait obat seperti potensi emetogenik dari terapi kemo dapat menjelaskan perbedaan antar individu dalam respons obat antiemetik.
Dikatakan bahwa faktor yang bertanggung jawab terhadap respon variabel terhadap obat antiemetik adalah perbedaan biotransformasi antar individu. Mengapa hal tersebut bisa terjad?
BalasHapusBiotransformasi antar individu maksudnya disini adalah proses ADME setiap individu itu berbeda,misalnya si A Memiliki efek toksik dari obat hanya mual muntah biasa sedangkan si B memiliki efek mual muntah yang parah padahal obat dan dosis obat yang diberikan sama artinya disini ada perbedaan respon tubuh saat menerima obat tersebut
HapusBagaimana mekanisme obat ondansetron berinterkasi dengan reseptor 5ht3c?
BalasHapusDijurnal yang saya bahas tidak terlalu dijelaskan mekanisme nya,namun ondansetron dapat juga berikatan dengan reseptor 5ht3a dan 5ht3b namun memiliki efek toksikologi yang tinggi dimana rentang toksiknya mencapai 70-80% sedang kan jika berikatan dengan 5ht3c memiliki efek toksik yang sedang dimna dengan rentang 30-20%.
HapusJelaskan dengan singkat dan lebih jelas bagaimana polimorfisme dalam gen mengkode reseptor obat mengenai antiemetik?
BalasHapusDimana polimorfisme dalam gen,anggap saja DNA mengirimkan sinyal adanya senyawa obat yang di distribusi oleh tubuh untuk di bawa mengikat menuju reseptor ,dan reseptor mengikat senyawa tersebut dan memetabolisme obat yang kemudian akan memberikan efek farmakologi dan mengurangi efek toksik dari terapi obat kanker tersebut
Hapus